Merekah dalam lembayung patma
Masih menunggu dengan semburat merah
Namun senyum hati merintih
Noktah abu masih membidik hati
Bertanya-tanya soal siapa yang bersamuh
Dengan terus meminta hadirnya sosok berlabuh.
Duduk lah sebentar temani seruput kopi hitam
Hembusan udara dengan kepulan awan yang berarak
Sambil cerita kisah biru ini
Suara lirih pun terucap
Hati bergetar tak karuan
Tentang siapa yang mengisi kepingan hilang itu ?