Category: Uncategorized

  • Siapa Si Tuan Itu?

    Bagai ombak yang menggema terancam surut terombang-ambing di bibir pantaiDitemukan dari bilik pintu terbuka yang hampir dimakan rayapPenuh kehati-hatian dengan izin menyapa santunSeolah tak ingin menyakitiTapi sang Nona tak sembarang menyambut Aku melihat cat warna itu selalu kau campur menjadi satu di atas kanvas putihPandainya kau menata kepingan hati yang ropak-rapik iniTuan, apa yang kau…

    Read more: Siapa Si Tuan Itu?
  • Merekah Kembali

    Cerita yang dulu bagai pilu Hati susah menemukan kuncinya Gaun biru tlah digantung, ganti merah muda Bunga berkeranjang memenuhi sudut ruang kosong Pena dan tinta hitam siap melanjutkan lembaran selanjutnya Awan mendung berlalu berganti mentari Senyum yang dulu hilang kini merekah kembali Nikmati dengan diri sendiri Masih berdiri di garis sepi, tapi tak apa Sambil…

    Read more: Merekah Kembali
  • Persamuhan atau Perjamuan?

    Merekah dalam lembayung patma Masih menunggu dengan semburat merah Namun senyum hati merintih Noktah abu masih membidik hati Bertanya-tanya soal siapa yang bersamuh Dengan terus meminta hadirnya sosok berlabuh. Duduk lah sebentar temani seruput kopi hitam Hembusan udara dengan kepulan awan yang berarak Sambil cerita kisah biru ini Suara lirih pun terucap Hati bergetar tak…

    Read more: Persamuhan atau Perjamuan?
  • “Kita lebih membutuhkan untuk mengetahui aqidah shahih dan tauhid yang haq dari pada kita lebih membutuhkan makanan dan minuman” – (حافظه الله) –

    Read more: untitled post 194
  • Satu yang Pasti

    Aku mengerti.. dunia ini memang tempat persinggahan. Di dalamnya terkait jarak yang memisahkan Di dalamnya terikat waktu yang kian bergulir pertanda ada masa kan berhenti berpijak. Namun, bukan sekedar hidup sehidup-hidupnya Bersenda gurau semaunya. Tujuan hidup yakni menyembah Rabb yang hak untuk diibadahi semata Tiada sesembahan lain melainkan Allah yang maha hak yang maha benar.…

    Read more: Satu yang Pasti
  • Sudah Seharusnya

    Diambang batas sadar aku berdiri Berjalan perlahan memapah langkah Sambil menyeka air mata yang kian mengering Apa yang tertinggal tak bisa ku ambil lagi Apa yang menghilang tak bisa ku pertahankan lagi Apa yang telah berlalu tak mungkin dapat kembali Sudah menjadi dari perjalanan hidup yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk setiap hamba-Nya Belum saatnya…

    Read more: Sudah Seharusnya
  • Akhirnya

    Seperti deruh ombak yang pecah di tangan lautan Gelombangnya menepi di bibir pantai Buih laut yang menyisakan tanya Burung-burung terbang meliuk-liuk di udara, seketika sambil berbisik menyapa hangat Ini perihal rasa yang sulit diungkapkan, perihal hati yang selalu berkecamuk meronta-ronta ingin kedamaian Tak kuasa bibir yang bungkam seribu bahasa mencari-cari bagaimana dan mengapa, oh sayang…

    Read more: Akhirnya
  • Makna

    Jangan kau pikul dunia di atas pundak mu, namun jadikan dunia berada di bawah kaki mu Pahitnya dunia akan terasa manis jika mengharapkan pahala dari Rabb yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih Minumlah seteguk demi seteguk kesabaran, kendati kau dapati hilangnya dahaga menjadi kesegaran tiada tara yang mampu menyejukan jiwa dan menentramkan hati Sejatinya kepahitan…

    Read more: Makna
  • Keindahan yang Layak Dipandang

    Bagaikan indah mu seperti bunga merekah, nan harum lagi semerbak Keelokan yang memancarkan cahaya pada sudut indahnya Oh sungguh sayang jika keindahan itu dilihat dengan banyak pasang bola mata, pasang bola mata yang tak layak memandang mu Tunggulah, tunggu pada yang layak untuk bersemai di hati mu Kedua pasang bola mata yang berbinar tatkala memandang…

    Read more: Keindahan yang Layak Dipandang
  • Titik itu

    Tatkala gundah gulana menyapa hati yang mudah rapuh Manusia sedekat apa pun hanya mengisi ruang kecewa yang membuat jiwa semakin hancur Tak ada tempat menyandarkan hidup dan mati kecuali satu-satunya hanya kepada Dzat yang Maha Hidup dan terus mengurus mahluk, Rabb yang Mahaadil lagi Mahabijaksana dalam menentukan segala sesuatu Sungguh, kerinduan berjumpa dengan Mu yang…

    Read more: Titik itu

Design a site like this with WordPress.com
Get started