
Tatkala gundah gulana menyapa hati yang mudah rapuh
Manusia sedekat apa pun hanya mengisi ruang kecewa yang membuat jiwa semakin hancur
Tak ada tempat menyandarkan hidup dan mati kecuali satu-satunya hanya kepada Dzat yang Maha Hidup dan terus mengurus mahluk, Rabb yang Mahaadil lagi Mahabijaksana dalam menentukan segala sesuatu
Sungguh, kerinduan berjumpa dengan Mu yang sangat ku harapkan, tatkala nanti hari itu tiba
Jagalah aku ya Rabb diatas mentauhidkan mu, berilah dada ini keluasan untuk terus bersabar hingga aku menghadap Mu dengan hati yang selamat
2 responses to “Titik itu”
Hi dear !
Hidup adalah ujian…
Kadang jalannya terjal
Kadang berliku dan berkelok
Kadang pula kaki harus terluka tatkala menapaki jalan berbatu lagi berduri…
Ini hidup
Layaknya sang pagi tak melulu memilih mentari
Melainkan awan mendung yang mengantarkan badai…
Kau hanya perlu pahami bahwa,
Jika Allah belum mengizinkan daun berguguran
Meski dia begitu rapuh,tidak akan segera jatuh
Allah itu paling tahu kapan waktunya kamu berhenti,
Jadi selelah apapun kamu melangkah kakimu tak akan menepi..
LikeLiked by 1 person
Semangat sayangqueeeh….
Terus kembangkan karya mu.
Semoga dengan segores tinta yang kau sematkan menjadi motivasi untuk kita semua…
Lupp youuu !
LikeLiked by 1 person